-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Semua Tulisan yang kurang bagus ini hanyalah sebuah proses belajar untuk memahami realita diriku dan dunia luar. Selamat menyelam dalamnya lautan ideku dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang bisa saja objektif dan bisa pula subjektif. Kebenaran hanyalah Milik Allah Subhana Wa Ta'ala semata. Semoga tulisan-tulisan dalam blog ini Bermanfaat bagi kita semua. aamiin
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

opini

23 Januari, 2008

ANARKISME
(Menyikapi aksi kekerasan Suporter sepakbola di 8 besar Liga Indonesia)
oleh: Roe Salampessy


Di tengah minimnya prestasi TIMNAS Sepakbola Indonesia dikancah Internasional, wajah persepakbolaan kita kembali ditampar aksi Anarkisme supertor pada pentas Sepakbola 8 besar Liga Indonesia yang sedang berlangsung di Solo dan Kediri. Pentas yang digelar dengan semangat fair play dan sportivitas itu dinodai dengan aksi brutal salah satu pendukung tim (suporter) Sepakbola pada laga Persiwa Wamena vs Arema Malang di stadiun Brawijaya Kediri, kerusuhan yang mengakibatkan kerugian sekitar 1 milyar rupiah itu menambah daftar kekerasan yang terjadi di arena Pertandingan sepakbola dalam beberapa tahun terakhir. Sepakbola yang merupakan olahraga Universal berubah menjadi arena kekerasan yang barbarisme, luapan emosi bertopeng Panatisme turut menyeret perilaku supertor yang tak terkendali ini, Konflik yang tak perlu terjadipun tak dapat dibendung, maka tak jarang puluhan nyawa berjatuhan sia-sia serta pasilitas publik menjadi sasaran kerusakan massa (suporter). Inilah Fotret Suporter persepakbolaan kita yang tak kunjung membaik dari tahun ke tahun. Ancaman hukuman dari PSSI atau BLI sering menjadi angin lalu, anarkisme demi anarkisme selalu saja terjadi dalam setiap pertandingan sepakbola yang digelar. Sebuah Ironi tentunya buat kita semua sebagai Insan pencinta sepakbola Nasional.

Anarkisme dalam bentuk apapun selalu meninggalkan luka, termasuk kekerasan suporter sepakbola ini, Kekerasan akan melahirkan kekerasan pula, artinya manusia tak ubahnya Serigala (Homo homini Lupus), manusia adalah serigala (pemangsa) bagi serigala lainnya. Kasus kerusuhan suporter ini merupakan sebagian kecil dari sebuah siklus kekerasan yang telah diwariskan oleh nenek moyang manusia. manusia atau sekelompok manusia satunya selalu merasa lebih dari manusia atau sekelompok manusia lainnya, sehingga melahirkan sikap-sikap skeptis dan panatisme yang berlebihan. Akhirnya aksi anarkisme menjadi lazim dan membudaya dalam kehidupan manusia termasuk kekerasan suporter sepakbola ini. Dan Bila melihat aksi-aksi anarkisme yang sering terjadi disekitar kita, setidaknya ada beberapa hal yang selalu menjadi pemicunya, yakni Panatisme buta, Primodialisme akut, Sistem Militerisme yang kejam, serta Premanisme yang ganas. Anarkisme ini diperparah dengan lemahnya penegakan hukum dan kesadaran beragama yang minim. Sebagai contoh Anarkisme yang terjadi diluar sepakbola adalah Kasus pertiakain bemotif Agama dan suku dibeberapa wilayah Indonesia, Pertikaian antar pendukung partai politik, pertikaian antar pendukung calon Presiden dan kepala daerah di Indonesia, Tauran masal antar pelajar atau mahasiswa, pertikaian antar preman, pembunuhan yang dilakukan militer terhadap rakyat, dan lain sebagainya. Semua ini terjadi akibat berbagai hal yang saya utarakan diatas tadi.

Khusus untuk Anarkisme suporter Sepakbola ini, kita harus menyikapinya dengan dingin serta mencari akar permasalahannya. Dalam hal ini saya tidak menghakimi siapapun atas aksi anarkisme yang terjadi ataupun sebagai salah satu pendukung Team yang berlaga di Liga Indonesia alias Netral, Saya hanyalah seorang penonton yang hanya ingin menikmati tontonan menarik dari Liga Indonesia, bukan aksi anarkisme atau tauran antar suporter yang justru membuat Sepakbola kehilangan makna universal serta pemersatunya. Disinilah peranan PSSI sebagai Induk Sepakbola Nasional yang harus jeli melihat setiap aksi kekerasan yang terjadi dalam arena pertandingan sepakbola. Karena anarkisme yang seringkali terjadi di arena Sepakbola berawal dari ketidakpuasan suporter atas kepemimpinan wasit dan panitia penyelenggara yang ditunjuk oleh PSSI, walaupun sebenarnya ada sebagian pihak yang dengan sengaja memprovokasi aksi kekerasan ini atau memang karena beberapa poin yang saya utarakan diatas (Panatisme, Primodialisme, Milterisme, dan Premanisme), namun PSSI sendiri harus berkaca diri agar tidak kecolongan berulang kali, dengan membuat kebijakan berani dan tegas didukung oleh penegakan Hukum yang tak mudah dibeli atau dipermainkan.

Saya selaku Insan pencinta sepakbola Indonesia tentunya selalu berharap adanya prestasi gemilang yang diukir TIMNAS Sepakbola Indonesia di ajang internasional maupun regional, PSSI jangan hanya menghabiskan dana rakyat bermilyaran rupiah buat proyek-proyek akal-akalan. Pembinaan pemain didalan negeri serta kualitas liga Indonesia perlu diprioritaskan dengan manajemen yang propesional. Dan tak lupa pembinaan Suporter oleh PSSI lewat cabang-cabangnya didaerah. Kita tentunya selalu berharap Sepakbola kita maju tanpa aksi-aksi anarkisme dan skandal-skandal lainnya.

Buat Suporter Team manapun diseluruh Indonesia, Marilah menjaga kebersamaan lewat hal-hal yang positif. Hilangkan Panatisme Team yang berlebihan serta siap menerima kekalahan dengan Fair dan berjiwa besar, toh kita semua adalah anak bangsa yang ingin memajukan sepakbola negeri kita tercinta ini. Karena terbukti cara-cara kekerasan tak akan mampu membuat suatu hal menjadi lebih baik, malah hanya mendatangkan penyakit yang bernama Kebencian dan kesengsaraan. semoga... MAJU TERUS SEPAKBOLA INDONESIA... (ROE)

8 KOMENTAR:

Kujaku mengatakan...

Hmm, masyarakat kita rupanya masih perlu belajar bersikap dewasa dan sportif yah...

Semangatnya boleh lah, kontrolnya belum boleh. huhu... ^__^

diah mengatakan...

Ganti dulu bos pssinya kali ye...

sachroel mengatakan...

iya nih....harus lebih sportif lagi.
merdeka!!! lho...apaaan nih he.he..

Santi mengatakan...

supporter sepak bola (tidak hanya di indonesia) rasanya memang suka berespon yg 'rada2' berlebihan. hal ini bisa saya mengerti, karena pertandingan ini betul2 bisa memancing adrenalin.

solusinya mungkin ada di pengamanan stadiun sepakbolanya. mungkin security harus lebih ketat dlm masalah pengamanan, atau menempatkan supporter2 yang dr gelagatnya bisa memancing kerisuhan di tempat khusus (hihihi)

nataludin mengatakan...

Gimana kalau kita usul ke PSSI, untuk diadakan pertandingan adu ngeyel antar sporter.... he..he..

cah bodoh cla_x mengatakan...

persepakbolahan indonesia? tutup mata aja, krn memalukan. bubarin aja. dr dulu gak berubah. iya gak?

Michael Edward mengatakan...

Semoga Sepakbola Indonesia bisa lebih maju lewat semakin dewasanya supporter Sepakbola di tanah air. amin.

<-- Penganut Anarkisme, tapi anti kekerasan.

#kunjungan perdana nih Abang Roe..hormat. :)

ROe Salampessy mengatakan...

::Michael Edward ::
SEMOGA BASUDARA.. SEPAKBOLA INDONESIA INI AKANG PALENG ANCOR. HEHE..

SIP.. DANGKE SODARA, KUNJUNGAN BALASAN SEGERA.

HORMAT...