-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Semua Tulisan yang kurang bagus ini hanyalah sebuah proses belajar untuk memahami realita diriku dan dunia luar. Selamat menyelam dalamnya lautan ideku dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang bisa saja objektif dan bisa pula subjektif. Kebenaran hanyalah Milik Allah Subhana Wa Ta'ala semata. Semoga tulisan-tulisan dalam blog ini Bermanfaat bagi kita semua. aamiin
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Only Muslim

21 Agustus, 2008

Neng… Aku terangsang melihat Auratmu
^Roe Salampessy^


Libido materialisme telah memupuk birahi syahwat dalam hati setiap insan yang sudah terbuai oleh kapitalisasi aurat dari bius penggiat liberalisme. Kesadaran sebagai seorang Manusia beragama (Baca :Islam) seakan hilang oleh bius kapitalisasi itu. Aurat di eksploitasi dengan mudah tanpa ada penghalang yang memfilterisasi nilai-nilai perusak moral tersebut. Atas nama kebebasan berekspresi dan hak-hak kemanusian, kapitalisasi aurat tak menemui jalan yang berliku, aurat di ekspos dengan mulusnya.

Media eksploitasi aurat juga semakin menggila dengan menganganya celah-celah yang terbuka oleh paradigma permisif ditengah kultur masyarakat yang semakin terbuka. Ia mewabah dan meracuni jiwa-jiwa yang rentan oleh pengaruh trendsetter mode buatan kapitalisme. Dalam hal ini, Media elektronik (televisi) lewat beragam sinetronnya, kuis, iklan dan acara-acara konteks pecarian bakat telah menjadi media ampuh eksploitasi aurat ini. Media cetak juga seakan tak mau kalah, beraneka ragam foto-foto syur ataupun yang semi porno disebarkan dimana-mana (mall, terminal, stasiun KA, Bandara, toko buku, dan sebagainya).

Dua media diatas jarang sekali direspon oleh keberatan masyarakat (hanya segelintir orang yang peduli), kemungkinan karena kuatnya taring industrialisasi aurat oleh kapitalisme membuat suara-suara kontra itu seperti angin lalu, sehingga eksploitasi aurat ini makin merajalela tanpa bisa dibendung oleh siapapun (terlebih-lebih oleh pemerintah). Contoh kecil yang bisa dilihat adalah tarian erotis saat pagelaran konser artis-artis dangdut atau sejenisnya yang tak lagi mengindahkan norma-norma kesusilaan. Penonton diajak bergoyang atau berjoged dan menyaksikan aurat meliuk-liuk nakal yang disertai desahan syahwat penyanyinya. kira-kira Apa yang ada di benak seorang penonton pria saat itu… hmmmm jangan munafik deh! Kita ini laki-laki normal.

Apa yang teruraikan diatas hanyalah media eksploitasi aurat, Namun sebenarnya gaya hidup sehari-hari juga telah terbius oleh kapitalisasi media itu. Maaf - bukannya aku menuduh dan sok suci-, tapi jujur saja bahwa sebagian besar wanita muslim di negeri ini tanpa sadar telah menjajakan Tubuhnya (aurat) di tempat-tempat umum. Banyak sekali dijumpai wanita muslim berbusana ketat, transparan ataupun yang sangat minim hingga kelihatan sebagaian besar lekuk-lekuk tubuhnya -Paha dan belahan dada- di publik area. (maaf agak sedikit vulgar). ironikah fenomena ini..... biarlah anda yang menilainya! karena aku yakin kita akan terbagi dalam dua pandangan yang berbeda.

Aku dan pria-pria normal lainnya juga memiliki libido syahwat yang kapan saja bisa terjerumus dalam lembah kemaksiatan yang ditimbulkan oleh kapitalisasi aurat ini. aku bukanlah Nabi Saleh AS yang keimanannya pernah teruji oleh godaan aurat zulaikha ataupun Baginda Nabi SAW yang sangat sempurna keimanannya, aku hanyalah manusia biasa yang juga akan terangsang melihat aurat didepan mata, walaupun dengan sedikit keimanan -libido itu bisa dikontrol-. Insya Allah.

Realita tetaplah realita. walaupun libido bisa dikontrol, namun bius aurat ini memang begitu dasyat, dan ternyata sebagian besar kaum pria seringkali dibuat tak berkutik bahkan bego ketika melihat aurat secara visual didepan matanya. Pikiran ngeres atau Piktor alias pikiran Kotor menjadi keniscayaan yang tak bisa ditampik. Syaraf dibuat tak berfungsi sebagaimana mestinya, Akhirnya yang terjadi....harus terjadi. -ada anak perkosa ibunya, ada ayah perkosa anaknya, ada kakek perkosa cucunya, ada cowok perkosa ceweknya (atas nama cinta), ada cowok yang suka lampiasin libidonya dikamar mandi, ada yang lampiasin di lokalisasi, ada yang main nangkap dijalanan, ada juga anak kecil belasan tahun mulai berani godain cewek seusianya, ada-ada aja-

Neng.. aku terangsang melihat auratmu - di tutup dong - Aku ini pria Normal- . Mari kembali pada fitrah wanita yang telah digariskan oleh Allah SWT sebagai mahkluk yang terhormat. Bukankah DIA telah melarang kaum wanita mengumbar Auratnya dan menyuruh menggunakan Jilbab sebagai penutup aurat itu. Seandainya Auratmu tidak dijajakan didepan umum, maka tak akan ada lagi celah-celah yang selama ini dimanfaatin oleh kapitalisme dengan industrialisasi auratnya. Dan sudah pasti akan lahir banyak pemuda-pemuda Islam yang luar biasa dengan Keimanan yang kokoh, Kejayaan Islam Tinggal menunggu Waktu. (waullahu'alam bishawab).....!!!! ROe

31 KOMENTAR:

WoeL mengatakan...

iya kadang heran liat cewe2 yang bangga dibilang seksi, iya kalo yang ngomong suaminya, lha kalo orang lain???

sama2 dalam tahap belajar menjadi manusia "berakal" semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus untuk kita semua

Eucalyptus mengatakan...

Wah, Roe... klo ada yg seksi buang pandangan aja... he he he... neh jaman udah makin gila... pasti dianggap angin lalu aja tuh klo ada larangan. Klo negara ini dibentuk jadi negara Islam baru bisa kayanya.. mau gak mau, soalnya jelas2 ada sanksinya...

Mike.... mengatakan...

wah..bisa bangkrut industri dangdut roe..wekekekee..
dangdut itu ikon indonesia, penyanyi dangdut pasti erotis...jd sbenarnya indonesia ini kepribadiannya jg suka yg erotis2 dunk..lah dangdut kn asli sini..*bingung gw*hi..hi..

mel mengatakan...

Kl liat yg begitu istigfhar Mas Roe...

abiyasa mengatakan...

Imam Ghazali pernah berkata kepada muridnya.. "Apa yang paling besar di dunia ini?"..murid2nya menjawab: "gunung, bumi, matahari"."semua jawaban semua benar" kata blio. namun yang paling besar adalah "nafsu"..
:)

Rezki mengatakan...

jadiii.....hooouu...saia biasa biasa aja tuh ngelihat artis dangdut yang joged ituh..malah saia ga suka..jelek ah

vina mengatakan...

uhhh...banyak yg pengen diakui keren n modern sih...

bawaan cewe kali y, suka diperhatikan n dipuji, jadix yg dianggap 'asik' y ditiru aja....

daripada dangdutz mending limp bizkit kali y :D

else mengatakan...

iya roe, tmn ikhwanku jg pada bilang begitu "SUSAHNYA JD COWOQ" dimana2 digelar pameran aurat, jadi kmana2 menundukan pandangan.
hanya perempuan yang "beriman" yang akan mjd perempuan "bermartabat".

thya mengatakan...

jadi cewe kebanyakan dosanya ah, merangsang, mengundang, memamerkan, hahahah,,,, WASPADALAH WASPADALAH!

sedih juga sih, emang kadang jilbab hanya dijadikan perhiasan, bukan sebagai perisai, hix hix...

jadi malu,, pake jilbab kelakuan beginih, aaah,, roe nyindir nih.

**piss

dah roe, sekarang kalo jalan pake kacamata kuda aja, susah emang kalo tinggal di jakarta.
banyak godaan, hehehe..

Rofi mengatakan...

sosok cerpenis sejati nih...

acy mengatakan...

waduh no comment aza dech :) yang penting gue kagak :P

uNieQ mengatakan...

iya Roe..kadang pengen narik rok cewe2 yang super duper seksi itu.. iksss melecehkan cc namanya... *emang cc sapa ya?*

ririn mengatakan...

hehe.. kalo ririn.. sebenernya iri, kenapa ga pantes pake rok mini.. bukannya mengundang syahwat.. yang liat malah pada serem kali,wakakak..

tapi syukurlah, itu barokah ternyata.. :D

*eh,eh, tapi mo gimanapun kakinya.. saya tetep ga mo pake rok mini,ko,, serem :D

ipanks mengatakan...

lho roe,km lelaki normal y?baru tau aq...wataww kaburrrrrrrrrr...gedubraks...becanda bro :D :P cmiaw

informasilowongankerja mengatakan...

hmm aku suka dengan yg itu tuh :D

namaku wendy mengatakan...

ahahaha roe bs ter******* juga to, kirain enggak, fiuh syukurlah;p wis pada gak punya malu see, wis pada diloakin ke pasar ato lg pada pengiritan yah, kan dmana2 skarang serba penghematan hehehe;p
astagfirullah, nyebut roe, nyebut.. but.. but..

Pascal mengatakan...

Jujur saja saya mudah tergoda melihat hal seperti itu, gimana cara menghilangkannya yah? Tapi biasanya kalo sudah yang namanya blogging saya juga mudah melupakan itu alhamdulilah... Tapi kan tidak mungkin tiap hari blogging karena memang kere banget mo ke warnetnya hehehe...

t i n i mengatakan...

Wah mas roe kena godaan ya?
Itulah cewe2 mas, pingin cantik. Lah fashion n modenya berkiblat ke barat, mana mereka peduli aurat.
Aku salut sama perempuan yg mengulurkan jilbabnya jauh sampe ke bawah dada dan berpakaian longgar. Mudah2an selalu diberkahi Allah.

ROE mengatakan...

>>> Tini :
godaannya tiap hari neng, banyak wanita muslim yang ngumbar aurat dimana2. begitulah penyakit hedonisme. hmmmm.... pasrah wae

>>> Wendy :
loh.. saya kan pria normal. he..he.. iya wen.. saya sudah sering nyebut.

>>> PascaL :
itulah kalo kita jadi pria normal, bukan begitu bung PascaL. Aurat termasuk godaan yang paling sulit di tolak. kecuali buang pandangan. he..he...

>>> Ipanks :
kurang ajar loe.. he..he...

>>> informasilowongankerja :
suka yang mana boss... he.he..

>>> sibebek :
he..he.. ketahuan deh knp gak mo make rok mini. wakwakwkkk

>>> Unieq :
he..he.. ditarik aja CC, biar banyak cowok yang terbius.

>>> Acy :
No comment juga gak apa2. he..he..

>>> WoeL :
- kalo yang ngomong orang lain bisa berabe.. he..he..
- semoga Allah menunjukan jalan yang lurus buat kita semua yah woel.

>>> bunda Evie :
-pandangannya susah di buang bunda, terlalu banyak yg ngumbar ketimbang nutupin.
-negara ini gak perlu jadi negara islam bunda, yang penting tuh orang islamnya berperilaku seperti orang islam aja, saya yakin masalah aurat ini bisa terselesaikan tanpa lewat aturan yang ada sanksinya. intinya kembali ke jalan yg telah digariskan Rasulullah SAW. bukan begitu bunda!

>>> Mikey :
Bangkrut aja sekalian bung, daripada jadi penyakit maksiat yang berkepanjangan. loe juga bingung.. apalagi gw. he.he.he.

>>> MeL :
tul sekali mel, cuman bisa istigfhar doang. gak bisa berbuat apa2.

>>> Kang Aby :
betul sekali kang, saya setuju dengan pendapat imam Ghazali itu.

>>> Rezki :
ha.ha... jelek apanya. bilang aja kalo suka ngeliat. **piss

>>> Vina :
itulah budaya fermisif neng. semuanya dianggap wajar. bingung saya. -dangdut ama limp bizkit sama saja-

>>> else :
nah itu dia neng, jadi COWOK itu susah. itu yang aku rasakan.!!

>>> Thya :
-yang bilang jadi cewek banyak dosanya bukan saya yah, itu thya sendiri yang ngomong. he..he..
-Jilbab sebenarnya di gunakan agar aurat gak tampak, tapi ironis di zaman fermisif kayak sekarang. jilbab hanya di gunakan sebagai penutup. jadinya banyak sekali wanita berjilbab tapi sperti masih telanjang (Ketat dan Transparan)
-yang nyindir tuh siapa neng. he..he..
-kaca mata kuda gak cukup thy, buta aja sekalian. he..he... biar gak liat sama sekali.

>>> Rofi :
makasih kunjungannya. he..he.. apa maksudnya tuh cerpenis sejati.

ririn mengatakan...

ya ampuunn... pawang. tau ga sih.. posting yang ini ga bisa dibuka di kampusku.. kayaknya gara2 ada rok mini + syahwat2,, diblok,wakakak


hh... untung... ririn ga punya kaki oke,wakakaka..pake rok mini, yang mo dipamerin apanyaaa coba.. huehehe

Kikit mengatakan...

"kuatnya taring industrialisasi aurat oleh kapitalisme membuat suara-suara kontra itu seperti angin lalu, sehingga eksploitasi aurat ini makin merajalela tanpa bisa dibendung oleh siapapun terlebih-lebih oleh pemerintah)"

Mas Roe yakin bukan termasuk salah satu dari pengikut gerakan pro-kapitalisme yang sedemikian masifnya? Hehehehehe! Sebenarnya kita semua sudah larut dalam gelompang kapitalisme global. Mas Roe dengan komputer built-up-nya, dengan ponsel tipe terbaru, dengan laptop (mungkin), dengan kaos yang mengangkat makna merk, terpaku pada iklan, dan sebagainya --menurut saya sudah dikategorikan visualisasi simbol sebagai pengikut kapitalisme. Sulit untuk melepaskan diri dari jerat kapitalisme. Freeganisme saja sulit untuk menghancurkan kekuatan bernama kapitalisme. Kita semua sudah dikuasai oleh pasar. Paradoks berkehidupan kita 'dipenjara' oleh para pemilik modal. Tak ada yang lepas dari jeratan ini. Terminologi Descartes, Cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada) sudah dipelesetkan menjadi Emo ergo sum (Aku berbelanja maka aku ada)

Jadi sebenarnya yang patut diwaspadai adalah bagaimana sikap kita dengan jeratan yang membelanggu ini menjadi sebuah hal lumrah. Namun ubah persepsi tentang kehidupan. Bukan lagi dengan kata "persetan" tapi camkan kata "perjuangan". Ketika semakin banyak orang yang sudah masa bodoh dengan keadaan yang ada, maka keadaan seperti ini akan terus condong mengarahkan gelombang kemanusiaan ke sebuah samudera bernama lucri causa alias hanya memikirkan keuntungan belaka. Selama praktik kemanusiaan dalam ruang lingkup moral sudah sedemikian carut-marutnya, maka kita bukan lagi bagian dari kemanusiaan itu lagi. Kita sudah menjadi korban jargon-jargon dan urgensi kalimat persuasif yang sedemikian menggoda kemudian kita diperkosa olehnya. Sehingga hendaknya berupaya untuk menghancurkan jerat tersebut dari dalam diri. Bagaimana kita bisa berproduksi bukan sebagai konsumen yang semakin lama semakin banal.

ROe mengatakan...

salam pak dosen.

ketawa dulu deh. hehehe.. panjang bener komentnya.

mmm.. saya sependapat dengan pak kikit bila kita semua memang sudah larut dalam gelombang kapitalisme GLOBAL. tapi tesis saya diatas hanyalah mengkiritiki sistem-nya. persoalan perkembangan teknologi yang dihasilkan oleh kapitalisme itu sendiri, saya pikir tanpa kapitalisme atau apapun namanya, perkembangan teknologi tetap tak bisa dibendung. jadi saya sengaja memilah atau membedakan antara perkembangan teknologi dengan sistem yang diciptakan oleh kapitalisme itu sendiri.
dalam hal prinsip, saya bukan penggiat kapitalisme, walaupun saya dan mungkin orang2 lainnya yang sejalan dengan alam berpikir saya masih terjerat dalam taring itu. karena sebuah keniscayaan bisa melepas diri dari KAPITALISME yang sudah begitu kuat dan mengakar. yang bisa kita lakukan adalah jangan sampai terbius racun kapitalisme itu, sedangkan tesis pak kikit tentang kewaspadaan dan bagaimana sikap kita dengan jeratan yang membelanggu ini menjadi sebuah hal lumrah. itu yang selalu saya pikirkan. budaya permisif mungkin salah satunya.

hehe... gak usah panjang2 deh.

Kikit mengatakan...

"ketawa dulu deh. hehehe.. panjang bener komentnya."


** wakakakakakakkk... kenapa ketawa?? karena komen saya terkesan curhat yak? yah... kebiasaan buruk.. hihihihihi ;p


"persoalan perkembangan teknologi yang dihasilkan oleh kapitalisme itu sendiri, saya pikir tanpa kapitalisme atau apapun namanya, perkembangan teknologi tetap tak bisa dibendung."


** Nah.. kali ini pendek saja ah... Perubahan memang tidak bisa dibendung. Namun kita dituntut untuk selalu sigap dalam merespon perubahan tersebut. Seperti kata seorang ahli manajemen, Change is a must but speed of response is so critical."

Sekian. Pendek kan?? Hahahahaha!

Roe mengatakan...

to pak dosen :

hehe.. pendek juga ahh...

setuju aja deh.! hehehe..

Bani "BBoy Kodok" mengatakan...

Bener mAS,,,
sebagai Laki-laki muslim,,,
suara hati kita menentang dengan kemaksiatan yang ada di depan mata kayak gitu,,,

tapi godaan syetan sangat kuat juga,,, sehingga udah menjerumuskan banyak manusia (semoga kita engga termasuk kedalamnya)...

apalagi ya??
bingung saya mau ngomong apa...


Ya Alloh...ampunilah Dosa-dosa saya!!! amin!!!

ROe mengatakan...

Ya Alloh...ampunilah juga Dosa-dosa saya!!! amin!!!

Anonim mengatakan...

Sol justitiae, illustra nos
(Matahari keadilan, sinarilah kami!
-Semboyan Universitas Utrecht-)

Anonim mengatakan...

Sol justitiae, illustra nos
(Matahari keadilan, sinarilah kami!
-Semboyan Universitas Utrecht-)

Euis Maharani Rachmad mengatakan...

potingan mas roe yang ini agak berat tapi sangat bagus buat dibaca para cewek biar mata mereka kebuka...
kalau sebenarny, mereka menyiksa diri sendiri. izin share yah mas.. ^^

ROe Salampessy mengatakan...

alhamdulillah kalau bisa dibaca mereka. :)
silahkan dishare ade euis.. sertakan link and penulisnya, hehe,,,,semoga bermanfaat buat dakwah.
makasih komentarnya ukthy.
salam ukhuwah.

Bella Adilah mengatakan...

nice post!