-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Semua Tulisan yang kurang bagus ini hanyalah sebuah proses belajar untuk memahami realita diriku dan dunia luar. Selamat menyelam dalamnya lautan ideku dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang bisa saja objektif dan bisa pula subjektif. Kebenaran hanyalah Milik Allah Subhana Wa Ta'ala semata. Semoga tulisan-tulisan dalam blog ini Bermanfaat bagi kita semua. aamiin
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Renungan Awal Tahun

04 Januari, 2008

I Love you ALLAH
oleh : Roe Salampessy


Seandainya Neraka dan Surga tidak di ciptakan Allah, apakah manusia masih mau beribadah kepadanya..?

Subtitle atau sub judul diatas adalah sebuah kata-kata yang penulis lihat pada sebuah buku di emperan stasiun kereta api Tebet-Jakarta Selatan yang dijajakan oleh para pedagang buku. tanpa membaca isinya penulis termenung, mencoba memahami makna dari kata-kata tersebut yang membentuk sebuah pertanyaan mendasar buat kita sebagai seorang manusia.! begitu dalam kata-kata itu membuat saya larut sesaat dalam memahami Eksistensi saya sebagai seorang mahkluk yang diciptakan Allah, kemudian mencoba memahami eksistensi Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam. Subhanaullah.... pertanyaan itu sesaat menyadarkan saya, dalam artian bahwa saya hanyalah seorang hamba atau abdi (budak) yang begitu lemah dan kecil di hadapan sang pencipta dan penguasa alam semesta ini. Ternyata, kita sebagai manusia banyak yang beribadah karena takut masuk neraka dan keinginan menempati surga, bukan karena mencintai Allah dan bersyukur kepada-NYA.

Jujur, ketika membaca pertanyaan itu. Sesungguhnya saya tidak sanggup menjawabnya dan benar-benar malu dihadapan Allah. Selama ini ketakutan saya terhadap kengerian Neraka dan siksaan-siksaan fisik di Akherat kelak, hingga membuat bulu kuduk merinding bila membayangkan jilatan api neraka membakar seluruh tubuh kita. sadar ataupun tidak, kadang ketakutan inilah yang memotivasi kita untuk beribadah kepada Allah, atau juga kadang karena keinginan meraih surga dan pahala disisi Allah, sehingga tak jarang kita memperbanyak Ibadah (diperbanyak Shalat-shalat Sunat, Puasa Sunat, dan ibadah lainnya).

Coba renungkan kembali pertanyaan ini "seandainya Allah tidak menciptakan Surga dan neraka, apakah ada manusia yang mau beribadah kepadanya (menyembahnya)". Pertanyaan yang sangat sederhana dan terkesan seperti lelucon, namun saya yakin banyak manusia yang tak sanggup menjawabnya. Alasannya : Surga dan Neraka diciptakan saja, tetapi banyak manusia yang tidak beribadah kepadanya.!

Seandainya Pertanyaan itu kita perluas lagi seperti dibawah ini :
- Seandainya Allah Tidak menciptakan neraka dan surga, adakah yang mau menyembahnya..?
- Seandainya Tidak ada ganjaran apa-apa (pahala & dosa), adakah yang mau menyembahnya..?
- Seandainya Allah tetap mewajibkan Shalat dan Puasa, tanpa adanya Ganjaran, adakah yang mau menyembahnya...?
- Seandainya Allah menyuruh kita meyembahnya, tanpa diberi ganjaran, maukah kita menyebahnya...?
Itulah sederet pertanyaan sederhana, diantara pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin masih ada.!

Namun lewat perenungan singkat ini, saya mencoba memahami Surah Al-Ikhlas yang menjelaskan tentang makna Tauhid atau keesaan Allah SWT. Mungkin (cuma presepsi saya), bahwa Surah ini benar-benar mengajarkan kita tentang Ke-Ikhlasan kita sebagai seorang Hamba ciptaan-NYA yang harus meyembah-NYA tanpa harus mengharapkan apa-apa.! benar-benar Ikhlas, seikhlas-ikhlasnya. Bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Esa, tidak diperanak dan diperanakan, tidak makan, minum,tidur, dan tidak sama dengan mahkluk ciptaan-NYA. Nah Keikhlasan inilah yang buat saya sungguh merupakan sifat langka yang ada pada diri manusia. Karena ternyata kita belum Ikhlas dalam makna yang sebenarnya untuk tunduk dan patuh pada kekuasaanya.

Marilah kita berharap dan terus berharap dan belajar mengintrofeksi diri, Sudakah kita mencintai Allah dengan Ikhlas seikhlas-ikhlasnya. semoga Kecintaan kita Kepada Allah bukan karena ketakutan akan neraka dan pengharapan surga.! Beribadahlah kepada Allah hanya semata-mata mengharap ridhonya.. amien.

Sekali lagi, buat siapa saja jawablah pertanyaan-pertanyaan tadi dengan merenungi diri kita yang sangat tidak ada apa-apanya di hadapan ALLAH SWT.
" Seandainya Allah Tidak menciptakan Neraka dan Surga, Apakah ada yang mau menyebahnya".... waullahualambishawab..(ROE)

4 KOMENTAR:

Ghufron Pahlevi mengatakan...

Ya Allah Palingkan kecintaan kami dari selain-MU

Nataludin mengatakan...

Dalam hening nan sunyi, aku selalu bermunajat... Ya Allah sekiranya cintaku kepada dunia ini melebihi cintaku pada Mu, maka ampuni aku dan hilangkan rasa cinta itu dariku

kabar dari ambon mengatakan...

Renungan yang menyentuh... Salam.

ratu_ida84 mengatakan...

nice posting :)