-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Semua Tulisan yang kurang bagus ini hanyalah sebuah proses belajar untuk memahami realita diriku dan dunia luar. Selamat menyelam dalamnya lautan ideku dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang bisa saja objektif dan bisa pula subjektif. Kebenaran hanyalah Milik Allah Subhana Wa Ta'ala semata. Semoga tulisan-tulisan dalam blog ini Bermanfaat bagi kita semua. aamiin
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

REHAT

27 Mei, 2008

Coblos 5 detik Sengsara 5 tahun
^Roe salampessy^


Akhirnya BBM naik juga, tak peduli kritikan sana sini ataupun aksi penolakan seantero Nusantara. Pemerintah tetap teguh dengan keputusannya yang terbilang cukup Kontroversial. Rakyat dibuat tak berdaya, seakan mati akal dengan kebijakan yang terkesan kurang populis ini. Apalagi Kebijakan ini terlihat dilindungi dengan kekuatan represif kepolisian yang menghadang aksi masa penolakan kenaikan BBM oleh Masyarakat. Beginilah harga sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang terkesan arogan.

Saya jadi ingat tahun 2004 lalu ketika Kampanye Pemilu Presiden (PILPRES) di laksanakan di negeri ini. Seorang mantan Jenderal naik ke atas panggung lantas berorasi dihadapan ribuan massa. Wajah yang kharismatik, penuh wibawa, dan senyum yang memukau, berteriak lantang sambil tangan mengepal tinju “BERSAMA KITA BISA”.

Orasi yang menggugah Nurani menusuk kalbu dengan kata-kata mengumbar Janji penuh optimisme. Sang Jenderal berhasil membius rakyat dengan kata-kata perubahan, Rakyat dibuat berimaji dalam ruang-ruang demokrasi yang tak lagi tersekat oleh dinding-dinding ORBA yang Militeristik. Dengan mantap Sang Jenderal menjajikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Alhasil, Bilik-bilik penyoblosan dipenuhi imajinasi rakyat kecil. Memberi suara dengan tusukan paku tepat diatas Gambar sang Jenderal, hanya 5 detik saat pilihan itu harus berakhir diatas sebuah kertas bergambar Calon-calon Presiden. Yah, hanya 5 detik lah suara rakyat terkumpul dan memuluskan langkah sang Jenderal menduduki kursi panas RI-1 selama 5 tahun.

Apa yang terjadi kemudian, anda lah yang menilainya.? Imajinasi rakyat tetap sebuah utopia yang hanya menjadi cendera mata dari sebuah kertas suara PEMILU. Coblos 5 detik, namun sengsara 5 tahun. Wassalam (ROE)

23 KOMENTAR:

abiyasa mengatakan...

tentunya kita semua harus berhati-hati jika sudah berjanji.. :)

Cakyoudee mengatakan...

Setuju Bang...!, Wis Poko'e support 100% kritikan-2-nya.

Negarane tambah runyam, piye ngene iki..!.

boodee mengatakan...

ahahaha..
keren tulisannya nih..!

emang kemaren milih siapa??

balidreamhome mengatakan...

kayak rahsia supaya punya penyakit AIDS aja, coblos sebentar sakit seumur - umur he he

yaya mengatakan...

joblos aja sambil meremmmm.... (-_-)

hehe... mo syapa aja smuanya udah biasa dengan mengumbar janji-janji, kayanya itu sudah jadi tradisi dech. hmm... mending skarang kita bertindak bagaimana agar kita bisa bertahan hidup.

Apapun yang tejadi, kita tetap nulis blog!!! (lha kok..?) :)

Eucalyptus mengatakan...

Untung aku gak milih pasangan SBY-JK, paling gak kan gak nyesel gak salah milih.. hue he he

Vina Revi mengatakan...

Iya, idem ditto ama Evie. Aku dulu juga nggak milih SBY-JK. Tapi tetep nyesek juga sih setelah ngeliat bahwa Indonesia makin terpuruk belakangan ini. sigh ...

thya mengatakan...

"SBY ADALAH ANTEK AMERIKA."

mau siapa aja presidennya, kayanya mah emang Indonesia (apalagi para expatriat) gak akan lepas dari mereka2 itu, negara ini akan di lelang sama pemerintah ke antek2 Amerika dan Yahudi pastinya, yeah, obesi mereka kan menguasai dunia!

fiuh, comment yang berat, tetep smangat roe!
untung ngeblog masih gratis, hehehe...!

nindya mengatakan...

Inget janji manis, jd inget lagunya Aishah hehehe... Salam kenal ya

Mike.... mengatakan...

minta segera diturunkan memang si 'bersama kita bisa itu' hahaha...
liat aja taon depan siapa yg mo pilih dia lagi!!!

Joell de Franco mengatakan...

Ya ya ya...semoga tidak hanya sekedar kritik mengkritik dan hujat menghujat belaka, kalo merasa tahu dan punya solusi yang paling tepat buat menyelamatkan bangsa ini silakan diutarakan, dengan cara yang tepat juga tentunya...

R-O-E mengatakan...

ya..ya..ya... juga.
yah namanya kritikan mas, beginilah yang memang ada di benak saya.

TERLALU BANYAK SOLUSI dari rakyat, pakar2, ataupun politisi sendiri, namun pernakah di dengar oleh pemerintah. jadinya cuman bisa ngritik doang. termasuk saya tentunya.

minimal sih dimulai dari sendiri, artinya jangan berwajah 2, teriak maling ternyata maling juga. nah ini yg bahaya.

bukan begitu bung, atau ada pendapat lain mungkin..!!!

Joell de Franco mengatakan...

Ok...saya nggak menujukan komen saya di posting sampeyan tadi buat menyerang sampeyan kok, nyante aja bro...saya tulis komen seperti itu karena banyak realitas di luar yang terjadi seperti itu, ibaratnya seperti sekedar ikut2an neriakin orang maling tanpa tau apa yang di colong orang yang diteriaki tadi, kalo memang merasa paham dan tau solusi yang tepat buat bangsa ini mbok ya ajak dialog pemerintah, itu saya rasa jauh lebih efektif daripada sekedar blokir jalan, bakar ban, dan tawur ma polisi...iya kan? koreksi saya kalo salah...

Btw saya lebih suka nonton maling yang ditangkap polisi aja daripada ikut teriak2 maling, apalagi juga ikut maling...

noval mengatakan...

Saya sepakat dg opini Bang Roe, karena pemimpin negara ini memang lebih pintar menebar simpati daripada menebar solusi.
btw,apapun ini negara kita. Maka sampaikan aspirasi dg elegan dan beretika.
Aksi Mas2 mahasiswa jg jgn anarkis krn niat baik jika disampaikan dg cara tidak baik akibatnya juga jd tidak baik. Membela rakyat jangan bikin susah rakyat susah.
Rakyat menunggu solusi, bukan hanya retorika & NATO.

itu pendapat orang kampung spt saya.. Maju terus Bang Roe.. Salam..

rian mengatakan...

emang tuh salah yoblos paling bahaya, masih mending sengsara 5 taun kalo seumur idup.. :)
makanya jgn asal nyoblos

Novee mengatakan...

untung ga milih..
jd ga tlalu menyesal

wirda mengatakan...

Aslmkm..
Benar. Jgn sampai kita memilih dengan asal-asalan, dan sebaiknya tidak pula kita tidak memilih.

Pilihlah yang terbaik menurut kita di antara semua pilihan yang ada dan berdoalah semoga pilihan itu juga merupakan pilihan Allah.

Banyak orang yg menghujat pemerintah, mencela dan mengkritik, namun mereka sendiri tidak berusaha membuat segalanya lebih baik dimulai dari diri sendiri. Terlalu sibuk mencari-cari kesalahan orang lain sehingga lupa berdoa bagi kesejahteraan negara ini.

Mohon maaf jika kurang berkenan.

PaiJan mengatakan...

yup.. kasian juga pemerintah, dihujat trus, bukannya dikasih solusi,.

emang deh, politik itu jahat..

sok tau ngga sih gw??

Rian Adhivira mengatakan...

BBM memang sudah saatnya dinaikkan,
saya baru saja baca wawancara antara Tempo dan bu Sri mulyani...

meski bukan langkah populer menaikkan BBM dianggap sebagai langkah yang paling tepat.

-mohon maaf kalo ada kesalahan.

ROE mengatakan...

to rian : makasih untuk infonya. sayapun sebenarnya udah tahu.

sebagai warga negara, memeberi kritik juga adalah bagian dari solusi. agar adanya check and balance dalam roda pemerintahan.

ketika seorang menjadi kepala negara, tentunya sudah harus mengambil langkah2 tepat menanggulangi berbagai permasalahan yang datang silih berganti. bukannya ketika masalah itu muncul lantas keteteran seperti mengambil kebijakan yang sangat tiba2. bukannya itu sebuah pukulan telak buat rakyat ditengah kemiskinan yang sedang melanda negeri ini.

memang kita gak bisa menghindari kenaikan minyak global. namun jauh2 hari pemerintah sudah harus membuat program2 penanggulan untuk mengantisipasinya. dengan cara memberdayakan rakyat, agar rakyat gak kaget dengan keputusan seperti ini. saya yakin kalo udah ada langkah2 tepat seperti itu, seluruh rakyat akan mendengar dengan baik dan malahan akan mendukung pemerintah untuk sama2 mengeluarkan Indonesia dari krisis ini.

sulit juga kadang2, bila melihat segala hal di negeri ini telah dipolitisir. rakyatlah yang kena getahnya.

Raihana El Wafa mengatakan...

nah....makanya jangan salah pilh lagi ntar kalo mau nyobloss....jangan termakan jani2 semu...

btw....yang dicopi apanya???
trus....fungsi URL situs baru n nama situs baru di layout tuk apa??
oya....shoubox tu apa?? mungkin aku kemaren kehapus halaman profile...bisa gak di plubikasikan lagi???

trus trang aku masih blenk euy soal blog dah lama gak di edit or dibuka...

adifajar mengatakan...

sebenarnya jg rumit... nyoblos nggak nyoblos sama ruginya...

ARai mengatakan...

kata orang bijak mendingan (berbuat)nyoblos walaupun salah daripada ga'nyoblos dan ga tau salah apa bener! namanya...ap tuh? :D

*ga tau tuh 'rang bijak mana xixixi