-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Semua Tulisan yang kurang bagus ini hanyalah sebuah proses belajar untuk memahami realita diriku dan dunia luar. Selamat menyelam dalamnya lautan ideku dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang bisa saja objektif dan bisa pula subjektif. Kebenaran hanyalah Milik Allah Subhana Wa Ta'ala semata. Semoga tulisan-tulisan dalam blog ini Bermanfaat bagi kita semua. aamiin
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

opini

19 Juli, 2008

Menyalakan api Tauhid di zaman Fitnah
Oleh : Roe Salampessy


Kita belajar dari sejarah,
bahwa kita belum belajar apa-apa dari sejarah

"George bernard show"


Eksistensi zaman dalam putaran waktu selalu diremukan wajah-wajah yang egoistik, mereka memangsa siapa saja yang terlihat bergerak seirama lintasan edar kosmos. Wajah-wajah pemangsa Zaman ini ingin membelokan titah langit yang telah diatur sesuai sunatullah, Merekalah perusak zaman yang membawa dunia kearah kehancuran spesies manusia. Di mata mereka, manusia-manusia sepaham, seideologi dan sealiranlah yang berhak hidup dan mewarisi dunia ini, sementara manusia lain hanyalah budak-budak pemuas libido mereka dan tak pantas menghirup udara segar di bumi ini. Dalam kondisi seperti itu, bermunculanlah para penyelamat yang menjadi hero untuk kaum-kaum yang ditindas tersebut.


Kekejaman Fir’aun di masa lampau mungkin satu dari sekian banyak wajah-wajah perusak zaman yang paling Fenomenal. Sosok yang sangat Egois, sombong, angkuh, arogan dan otoriter ini pernah memproklamirkan diri sebagai tuhan-nya Manusia. Siapa yang tidak mengakui titah Fir’un ini di anggap sebagai pembangkang. Dalam situasi teror fsikologis seperti inilah, mau tidak mau banyak dari mereka [rakyat Mesir] yang terpaksa taat dan patuh kepada arogansi Fir’aun tersebut. Konon Ribuan orang dari Bani Israil telah menjadi Tumbal Keegoan Fir’aun dan kekuasaannya. Disaat yang bersamaan MUSA tampil sebagai HERO untuk menyelamatkan Bani Israil dari kekejaman FIR'AUN. Kisah Heroik Musa ini telah diabadikan Tuhan dalam lembaran-lembaran kitab suciNYA, sebuah Kisah yang menyejarah dari runtuhnya rezim tiran yang paling kejam dan pernah terlahir di dunia.

Kisah heroik MUSA adalah satu dari sekian banyak Kisah Para penyebar Risalah langit yang dengan semangat keTauhidan Sang Pencipta berhasil merevolusi pemikiran Paganisme (penyembahan berhala) dan kemudian menyalakan api Tauhid (Penyembahan kepada Allah yang Maha Esa) ke segenap penjuru bumi. Ibrahim AS pernah merasakan keangkuhan Raja Namrud dengan penyembahan Berhalanya, bahkan sang Nabi harus dibakar hidup-hidup. Ada pula Isa al Masih AS yang setali tiga uang dengan Ibrahim dan Musa. Sosok Nabi yang terkenal karena di lahirkan tanpa ayah inipun mengalami perlakuan yang sama. Sabda dan Ajaran beliau harus berhadapan dengan kekuasaan Romawi yang arogan dan otoriter. Apa yang mereka lakukan hanyalah semata-mata menyalakan Api Tauhid dan kebenaran Absolut milik yang Maha Benar ALLAH SWT.


Diantara semua yang paling bersejarah dari penyebar Risalah langit adalah sang Revolusioner sejati Muhammad SAW [Salam kepadamu ya Rasulullah]. Ketika itu cahaya Tauhid telah dipadamkan oleh wajah-wajah perusak zaman. Dunia berada pada titik nadir kejumudan dan kegelapan yang menyilumuti akal kecuali sebagian orang yang saat itu selalu berada pada rel tauhid yang pernah dinyalakan oleh Rasul-Rasul terdahulu. Kehadiran Muhammad SAW menjadi titik balik kemenangan Risalah Langit yang selama ini selalu diobok-obok oleh wajah-wajah perusak zaman dengan memanifulasi ayat-ayat Tuhan.

Perjuangan dan Dakwahya yang tak mengenal kata menyerah memang sempat mengalami penolakan dari kaum kafir quraisy yang notabenenya adalah para penyembah Berhala, namun semangat Tauhid dan kepercayaan kepada Allah “Tuhan yang Maha Esa” membuat beliau mampu menembus tembok kokoh keegoisan wajah-wajah perusak zaman itu dan menyingkirkan segala macam rintangan dalam kurun waktu yang terbilang singkat. Sosok Baginda Nabi ini memang merupakan seorang revolusioner yang sangat Fenomenal, bukan Cuma merevolusi pemikiran paganisme masyarakat Arab Jahiliah, namun beliaupun merevolusi asfek-asfek lain di bidang muamalah (Sosial, budaya, dan politik) dengan cara-cara baru yang lebih berperikeadilan dan berperikemanusiaan.


Waktu terus berputar merotasi kehidupan. Spirit-spirit ketauhidan yang pernah dinyalakan oleh penyebar-penyebar risalah langit ternyata mengalami stagnansi, tidak mengalami perubahan yang signifikan. Periode inilah membuat wajah-wajah perusak zaman tampil dan eksis dalam setiap panggung kehidupan. Fir'aun Fir'aun baru dan kafir-kafir Quraisy baru terus bermunculan dalam setiap kesempatan. Jengish Khan, napoleon bonaparte, dan lain sebagainya pernah mengguncangkan dunia beberapa abad yang lalu dengan Agresi Militernya. Sudah pasti ribuan nyawa melayang karena nafsu kekuasaan ini.


Di abad modern sekarang, dunia juga pernah Takluk di bawah ketiak Hitler, Seseorang yang arogansinya bisa disamakan dengan Fir'aun di masa lampau. Konon demi nafsu kekuasaanya itu, jutaan anak manusia harus mati di kamp-kamp konsentrasi yang dibuatnya. Peristiwa yang kita kenal dengan nama Holocaust ini merupakan tragedi kemanusiaan yang paling mengerikan di abad modern, walaupun kebenaran cerita ini masih menjadi perdebatan hingga kini.


Hitler boleh saja mati, namun penerus wajah-wajah perusak zaman ini terus bereinkarnasi dalam diri manusia-manusia pongah berhati iblis. George Bush adalah contoh hasil reinkarnasi Fir'aun dan Hitler di zaman kita yang Arogansi dan otoriternya tak kalah sadisnya dibandingkan dua pendahulunya itu. Entah sudah berapa ratus Juta tengkorak manusia yang menjadi Tumbal kekuasaannya, berapa juta wanita yang harus menjadi janda, berapa juta anak-anak yang kehilangan orang tuanya, berapa juta orang tua yang kehilangan anaknya, berapa juta orang-orang yang cacat akibat bom-bom di jatuhkan, berapa juta manusia yang kehilangan harapan hidupnya. Entah berapa juta lagi yang dipulangkan ke alam baqa demi nafsu setannya itu, saya tak bisa menjawabnya.!


Zaman ini juga Kafir-kafir quraisy modern bermunculan di mana-mana, Manusia-manusia penolak kebenaran Ilahi yang secara terang-terangan menyatakan perang terhadap kebenaran. Abu Jahal abu jahal baru bergentayangan merusak nilai-nilai Tauhid dengan Faham-faham sekular dan liberalnya. Memanifulasi ayat-ayat langit untuk kepentingan nafsunya, dengan alibi yang cukup menggelikan "atas nama kebebasan universal". Dunia seakan kembali pada titik terendah kejumudan yang pernah menimpa kaum-kaum sebelumnya. Inilah abad Jahiliyah modern dengan segala kemerostan moralnya, ingat... kita tengah hidup di zaman ini.


Marilah kita menjadi pelanjut tongkat estafet Ketauhidan yang pernah dinyalakan para penyebar titah langit. berhentilah menjadi wajah-wajah perusak zaman yang bersekutu dengan setan untuk memusnahkan sebagian spesies manusia yang tidak sejalan dengan ideologi mereka. semoga [ROE]


7 KOMENTAR:

Cakyoudee mengatakan...

Innalloha wamalaaikataahu yusholluuna 'alannabiy, Yaa ayyuhalladziina aamanu shollu 'alaihi wasallimu tasliima.

Udkhuluu fissilmi kaaffaah...!.

Bang R o e ini betul-2 haqqul yaakin. Subhanalloh...!

boodee mengatakan...

waw..
bisa jadi bahan khotbah jumat nih, roe..

thya mengatakan...

keren roe, keren..
subhanallah, di tengah keruwetan jakarta masih bisa mengungkapkan kata2 seperti ni , wuih!
SMANGAT ya Roe!

alex mengatakan...

Ass.

Semoga kita slalu berada di Jalan ke-TAUHIDAN itu dan menyambut tongkat estafet perjuangan RASULULLAH.........

dan sebenarnya bukan DAKWAH yang membutuhkan kita, tapi kita yg butuh DAKWAH itu, karena tanpa kita DAKWAH inipun akan BERJALAN....

ezZa mengatakan...

memang mangstab si Roe ni...

keren...

koekoeh mengatakan...

apa yg harus kita perbuat?

abiyasa mengatakan...

mari kita berjuang dan bergerak selalu tuk muntijah..

:)